PENTINGNYA MEMPERLUAS WAWASAN TENTANG PENDIDIKAN INKLUSIF

Zaidaan El Hakim Nizar POR FIP Universitas Muhammadiyah Jakarta




Pendidikan inklusif merupakkan upaya untuk menjangkau layanan pendidikan pada generasi sekarang dan generasi yang akan datang. Mereka yang memiliki kondisi fisik berkebutuhan khusus, serta secara geografis, sosial, ekonomi dan budaya terperangkap dan sulit mendapatkan  akses pendidikan.

Pendidikan inklusif bertujuan agar anak-anak yang berkebutuhan khusus dapat sekolah disekolah reguler, dan dapat hidup seperti anak-anak normal lainnya. Anak berkebutuhan khusus pada dasarnya juga memiliki banyak potensi yang bisa digali dari mereka. Sebagai contohnya yaitu: Helen Keller dan Nick Vujici, dan mungkin masih banyak lagi  yang belum kelihatan.

Anak berkebutuhan khusus memiliki arti yang luas dibandingkan pengertian anak luar biasa. Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang dalam pendidikan memerlukan pelayanan yang spesifik, berbeda dengan anak pada umumnya. Anak berkebutuhan khusus ini mengalami hambatan dalam belajar dan perkembangan.

Secara umum rentangan anak berkebutuhan khusus meliputi dua kategori yaitu: anak yang memiliki kebutuhan khusus bersifat permanen, yaitu akibat dari kelainan tertentu, dan anak berkebutuhan khusus yang bersifat temporer, yaitu mereka yang mengalami hambatan belajar dan perkembangan disebabkan kondisi dan situasi lingkungan. 

Pembelajaraan dalam pendidikan inklusif
Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 5
1. Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.
2. Warga negara yang memiliki kellainan fisik, emosional, mental, intelektual dan sosial, berhak memperoleh kebutuhan khusus.
3. Warga negara didaerah terpencil  atau terbelakang serta masyarakat adat yang terpencil berhak memperoleh pendidikan khusus.
4. Warga negara yang memiliki potensi kecerasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus.
5. Setiap warga negara berhakk mendapatkan kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat.

Guru yang mengajar anak berkebutuhan khusus merupakan pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, menilai dan mengevaluasi peserta  didik. Dengan demikian orang tua bisa yakin dan percaya bahwa  anak mereka benar-benar di didik secara profesional.

Setiap satuan pendidikan yang akan menyelenggarakan pendidikan inklusif perlu memenuhi beberapa kriteria, diantaranya:
a. Terdapat peserta didik berkebutuhan khusus
Melalui proses identifikasi dan asesmen terhadap semua pesrta didik di sekolah yang bersangkutan , yang dilakukan oleh sekolah atau tenaga profesional lain, kita akan menemukan ada atau  tidak adanya pesrta didik berkebutuhan khusus.
b. Kesiapan sekolah
Guna mendukung kelancaran dalam penyelengaraan pendidikan inklusif, setiap  satuan pendidikan harus memiliki kesiapan untuk menyelenggarakan pendidikan inklusif

Siswa berkebutuhan khusus membutuhkan sarana dan prasarana khusus dalam proses pembelajaran di sekolah inklusif. Oleh sebab itu dalam pelaksanaanya sarana prasarana tersebut memerlukan manajemen tersendiri.

Sarana dan prasarana ini meliputi, gedung atau bangunan, media pembelajaran dan lingkungan belajar disekolah yang mudah diakses ( memenuhi prinsip aksesibilitas) peserta didik yang membutuhkan pendidikan khusus. Pengadaan sarana dan prasarana ini tentunya disesuaikan dengan tiap-tiap jenis kelainan anak berkebutuhaan khusus.

Dalam masa pandemi covid-19 pembelajaran pendidikan inklusif harus disesuaikan dengan kondisi saat ini. Perlunya modifikasi dan perubahan pembelajaran agar pembelajaran masih tetap berlanjut. 

Salah satunya yaitu mengenai cara guru dalam melaksanakan program kegiatan belajar mengajar yang tidak dilakukan secara tatap muka langsung. Guru harus menyesuaikan cara agar anak-anak berkebutuhan khusus tetap belajar. Contohnya seperti belajar online yang rata-rata menggunakan  zoom meating atau sejenis nya.

Dibutuhkan pendekatan pembelajaran yang baru dalam pendidikan inklusif selama belajar mandiri dari rumah. Hal ini dibutuhkan peran orang tua atau pendamping belajar anak  berkebutuhan khusus. Orang tua atau pendamping anak berkebutuhan khusus harus paham bagaimana cara menggunakan teknologi ini guna membantu kegiatan belajar dirumah.